BELI INDONESIA !

BELI INDONESIA !

Beberapa waktu lalu saya membaca sebuah artikel yang di broadcast di group chat baik whatsapp dan telegram. Artikel dengan judul yang cukup menarik perhatian saya “Sri Mulyani Putus Kontrak JPMorgan”. Di awal tahun 2017, di awal minggu dan kalender pun belum lewat dari tanggal 10, sebuah artikel membuat saya penasaran dan tentunya berhubungan dengan bisnis saham saya.

Jujur saja saya hanya membaca artikel dari media Indonesia saja, tentunya yang masih saya anggap kredibel dalam menulis beritanya, langsung saya simpulkan saja “Ah ini kemungkinan mainannya orang-orang disana saja”. Namun karena menulis artikel ini, saya baca sekilas dari Barron’s Asia dan Reuters. Intinya ya seperti yang sudah dibahas di artikel media online, Indonesia di turunkan peringkatnya dari Overweight ke Underweight. Tanpa adanya penjelasan detail mengapa demikian. Hanya penjelasan bahwa ini adalah merupaka strategi teknis mereka dalam menyambut kemenangan Donald Trump sebagai presiden Amerika.

Overweight artinya adalah selama enam hingga 12 bulan ke depan, pasar keuangan akan bergerak di atas rata-rata ekspektasi dari para analis. Netral artinya dalam rentang yang sama, pergerakannya sesuai ekspektasi. Sedangkan underweight artinya di bawah espektasi atau diperkirakan lebih buruk.

Ok, sampai sini menurut saya sah-sah saja JP Morgan menulis demikian dan menentukan ratingnya. Dan sah-sah juga Indonesia memutuskan hubungan kerjasama dengan JP Morgan sebagai bank persepsi.

Namun di dalam artikel ini, saya mau nulis mengenai pandangan saya kepada riset JP Morgan, hanya sebagai tanggapan saja dan mengecek ulang apakah valid dengan kondisi sekarang, kebetulan siang ini saya mendapatkan link dari Pak Yulius (pemilik www.saham-indonesia.com) mengenai Data Mapper milik IMF yang memaparkan pertumbuhan GDP (Gross Domestic Product) di seluruh dunia, tentunya ada Indonesia dan Brazil khan. Sebelumnya apasih GDP, GDP adalah

Gross domestic product is the most commonly used single measure of a country’s overall economic activity. It represents the total value at constant prices of final goods and services produced within a country during a specified time period, such as one year.

Gross Domestic Product adalah sebuah alat ukur yang paling sering digunakan untuk mengukur aktifitas ekonomi disuatu negara. Dia menampilkan total nilai pada harga barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam suatu periode waktu, misalnya satu tahun.

Mari kita lihat data berikut ini

Pertumbuhan GDP di tahun 2016.

Dari halaman default, kita coba lihat terlebih dahulu pertumbuhan GDP di seluruh dunia, negara berkembang dan negara maju. Pertumbuhan di seluruh dunia adalah 3.1%, di negara berkembang pertumbuhan sebesar 4.2% dan di negara maju sebesar 1.6%. Kita samakan persepsi dahulu terhadap angka, menurut saya perekonomian suatu negara akan bagus apabila bisa diatas pertumbuhan seluruh dunia.

Mari kita masukan data Indonesia dan Brazil saja terlebih dahulu. Tujuannya untuk membandingkan pertumbuhan perekonomian berdasarkan GDP di masing-masing negara. Indonesia mencatatkan pertumbuhan GDP di tahun 2016 sebesar 4.9%, sedangkan Brazil mencatatkan pertumbuhan GDP di tahun 2016 sebesar -3.3%. Jelas nampak sekali bahwa pertumbuhan GDP lebih baik daripada Brazil.

Indonesia vs Brazil, GDP tahun 2016

Pada gambar diatas, saya berikan sebuah lingkaran hijau dimana menunjukan GDP kita mengalami kemerosotan di tahun 1998, tahun yang kelam bagi seluruh sektor di Indonesia. Dimana pertumbuhan GDP kita adalah sebesar -13.1 %, jauh lebih buruk dari Brazil, namun tidak perlu berlama-lama ditahun berikutnya kita sudah balik menjadi positif kembali ke 0.8% (1999) dan terjaga diatas 0 hingga tahun ini. Tingkat pemulihan ekonomi yang berlangsung dengan cepat menurut saya membuktikan bahwa Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar untuk terus berkembang ke arah yang lebih maju.

Kita lanjutkan kembali, pembahasan GDP ini. Selanjutnya coba saya bandingkan dengan beberapa komponen lainnya, antara index GDP Indonesia, Brazil, Seluruh Dunia dan Negara Berkembang. Hasilnya adalah sebagai berikut

Perbandingan Index GDP 2016

Pertumbuhan ekonomi Indonesia diatas rata-rata index GDP dunia dan negara berkembang. Dari gambar ini juga kita melihat di tahun 2008, ketika krisis global menghantam seluruh dunia. Indonesia juga masih mencatatkan index GDP diatas 0%, yakni 4,7%. Menurut saya lagi, hal ini sungguh membanggakan buat Indonesia yang berhasil bertahan di tengah krisis global yang menghantam dunia.

Nah bagaimana nih dengan riset JP Morgan, ya seperti yang saya bilang diatas sah-sah saja dia mau bikin riset seperti apa namun saya lebih percaya dengan pemerintah Indonesia dan apa yang saya lihat saat ini. Siapa tau ada udang dibalik batu dari hasil riset JP Morgan ini. Perekonomian kita jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, index GDP kita yang masih terjaga dan pemerintahan yang semakin membaik, serta jangan lupa adanya bonus demografi untuk Indonesia. Tentunya hal ini, jika mampu dikelola dengan benar maka semua potensi ini akan membuat perekonomian Indonesia semakin melaju, dan tentunya bisnis saham saya akan semakin membaik. Jadi jangan ragu untuk MEMBELI INDONESIA !

Jika boleh bernostalgia ke beberapa tahun belakangan, tahun 2008 itu perekonomian itu hampir sebagian besar berpusat di 3 pulau besar, Jawa, Sumatra dan Kalimantan, dan di tahun itu kita masih menikmati index GDP 4.7%. Lalu bagaimana dengan tahun 2016 keatas ? Saya semakin optimis ketika seluruh daerah di Indonesia menjadi daerah perekonomian baru, maka persebaran dan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan semakin baik. Ketika semuanya bergerak maka hasil yang diperoleh akan semakin maksimal.

Mall penuh di awal tahun 2017

Potensi Indonesia bisa terlihat di sebuah gambar ini, dimana ini adalah kondisi di salah satu mall yang bisa saya abadikan ketika menghabiskan libur awal tahun bersama keluarga. Di gambar ini kita bisa melihat manusia yang pernah merasakan ekonomi 1998, 18 tahun kemudian menghabiskan kegiatan dan berbelanja di tahun 2017 dengan membawa serta anaknya. Dimana nanti 18 tahun setelahnya kita akan melihat hal-hal seperti ini lagi dengan jumlah dan kualitas yang jauh berbeda.

Jadi JANGAN LUPA MEMBELI INDONESIA ya !!!!!

 

Salam “Low Risk, Sure Gain”

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *