Mulailah dengan “Kenapa”, dan anda akan menemukan “Kapan”.

Mulailah dengan “Kenapa”, dan anda akan menemukan “Kapan”.

Setahun belakangan ini, media sosial berbasiskan pesan memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap alur informasi untuk investasi (trading) saya. Disana saya menemukan banyak informasi seputar saham, pengalaman investasi dan strategi investasi (trading). Namun saya juga menemukan beberapa hal yang jadi bahan menulis artikel ini

Siapa yang pernah menemukan chat sebagai berikut ini

WSBP masih boleh masuk pak ? (Harga baru saja break out di 570)

atau

Pagi, minta pandangan ttg PTPP dong, harga sudah di 3710 masih boleh masuk kah ? (Sebelumnya sudah di bahas range harganya)

atau ada juga yang minta pandangan seperti sedang konsultasi dengan dukun

Saya mau masuk saham BJTM di 540, kira2 turun lagi engga ya ? Trus kapan bisa ke 600.

Kalo saya sih sering banget, hampir setiap hari ngeliat ada saja model pertanyaan seperti ini. Setiap kali membuka room telegram, selalu saja ada chat lewat tentang hal diatas, ada yang ditanggapi dan ada juga yang engga menanggapi sama sekali.

Dulu saat di awal-awal saya bermain di bursa, saya juga seperti teman-teman yang lainnya. Saya sering nanyain hal-hal seperti diatas, malah lebih cerewet lagi kalo engga ada yang nanggepin hahahaha. Setelah beberapa lama melakukan hal ini, lama-lama capek juga, engga bisa mandiri dan selalu bergantung dengan orang lain dalam melakukan tindakan.

Saya lupa tepatnya saya mulai merubah gaya investasi saya, dari sebelumnya “kapan waktu yang tepat untuk masuk” menjadi “kenapa saya harus masuk”. Dan beruntungnya lagi group Whatsapp Saham Indonesia sudah dipecah, antara investor dan trader. Di group investor saya menemukan banyak analisa saham-saham yang sebelumnya tidak masuk ke dalam pengamatan saya. Disana menekankan konsep “Kenapa kita harus masuk atau berinvestasi di sebuah saham ?”

Masuk ke group investor berarti saya udah meninggalkan area teknikal kah ? Tidak juga, saya bergabung ke dalam komunitas QT Capital. Disana saya menggunakan tools Amibroker dan plugin feed data Accum. Dengan tools ini saya bisa melihat support, resistant suatu saham dan “Apakah saham kita sudah diakumulasi (dikumpulkan) oleh Smart Money atau tidak ? “. Walaupun disana lebih cenderung kepada penentuan waktu yang tepat untuk masuk, namun pada dasarnya saham yang sedang dikumpulkan oleh smart money masuk menjadi alasannya.

Tetap fokus dan raihlah berlian anda

Tahap awal sebelum masuk ke dalam saham, kita harus tau alasannya kenapa kita masuk ke dalam saham tersebut. Dengan melakukan pengumpulan data-data dan melakukan analis terhadap data-data tersebut kita bisa melihat “berlian” yang akan kita capai. Data-data yang sering saya kumpulkan antara lain riwayat kinerja perusahaan, prospek perusahaan, ratio keuangan, harga saham, pergerakan saham (support dan resist) dan yang terakhir jika saya ingin masuk dengan TF pendek (harian dan mingguan) saya mengandalkan Accum, namun buat long (tahunan) saya lebih mementingkan poin-poin di awal.

Dengan melakukan analisis seperti ini, saya sudah memegang alasan kenapa saya harus masuk ke dalam saham ini dan pada saat membeli saham, saya sudah tau kapan waktunya untuk masuk dan kapan waktunya kita harus keluar, baik taking profit maupun cut loss. Ilustrasi gambar diatas merupakan gambaran bahwa dengan kita mengetahui alasan masuk ke dalam saham, kita bisa tetap fokus dengan rencana investasi tanpa terganggu dengan bias kegiatan investasi orang lain. Karena analisa yang paling dapat dipercaya di bisnis saham adalah analisa kita pribadi, jika ada yang salah maka itu adalah kita kurang mengerjakan PR kita dalam melakukan analisa.

Salam “Low Risk, Sure Gain”

2 thoughts on “Mulailah dengan “Kenapa”, dan anda akan menemukan “Kapan”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *