Membaca Laporan Keuangan

Membaca Laporan Keuangan

Di dalam melakukan investasi di bursa, hendaknya kita melakukan transaksi layaknya kita ingin membeli barang di dunia nyata. Kita ambil contoh, ketika ingin membeli Smartphone setidaknya kita mencari tahu terlebih dahulu barang apa yang akan di beli. Kita minimal mencari informasi di website-website review mengenai Smartphone. Jarang sekali saya melihat orang ketika membeli Smartphone, datang ke toko langsung beli tanpa menanyakan harga, spesifikasi dan produk sejenis.

Begitu juga di bursa saham, hendaknya kita mencari informasi mengenai saham yang akan kita beli. Informasi yang kita cari bisa mengikuti strategi kita yang lebih nyaman menggunakan teknikal analisis atau menggunakan fundamental analisis. Kali ini saya ingin membahas mengenai sisi fundamental analisis, dimana salah satu cara yang dilakukan untuk melakukan fundamental analisis adalah membaca laporan keuangan.

Di dalam sebuah laporan keuangan, biasanya akan terdiri dari beberapa bagian yaitu

  1. Neraca
  2. Laporan Laba dan Rugi
  3. Laporan Arus Kas
  4. Laporan Perubahan Modal
  5. Catatan atas Laporan Keuangan

Bagian – bagian ini penting untuk kita pahami, sehingga bisa kita menilai apakah perusahaan yang kita cari memiliki kinerja yang baik dan sehat.

Referensi penulisan ini saya ambil dari beberapa sumber, salah satunya adalah room Jim Play  😆

 

Pada bagian neraca di dalam laporan keuangan, perusahaan menjelaskan mengenai posisi keuangan perusahaan dengan menunjukan Aset, Liabilitas (Kewajiban) dan Ekuitas pada tanggal tertentu. Di dalam neraca, posisi aset lancar disajikan dalam bentuk terpisah dari aset tidak lancar dan liabilitas lancar terpisah dari liabilitas tidak lancar.

Mengapa hal ini penting ? Karena

ASET = HUTANG + MODAL. 

Aset adalah semua harta yang dimiliki oleh perusahaan, namun tidak semua harta dimiliki sendiri karena ada juga harta yang bersumber dari hutang.

Aset KBLI, Laporan Keuangan KBLI 2016

Dengan kata lain kita bisa menilai secara detail mengenai kondisi keuangan, dari jumlah kekayaan yang dimiliki perusahaan, jumlah hutang yang ditanggung oleh perusahaan untuk berbisnis dan modal yang digunakan oleh perusahaan.

Neraca perusahaan terdiri dari empat buah komponen besar yakni

  • Aktiva
    • Aktiva Lancar : Uang kas dan aktiva-aktiva lain atau sumber-sumber yang diharapkan akan direalisasi menjadi uang kas atau dijual atau dikonsumsi selama siklus usaha perusahaan yang normal atau dalam waktu satu tahun, mana yang lebih lama. Contoh Aktiva Lancar adalah sebagai berikut
      • Kas dan Setara Kas, yang digunakan untuk menjadi modal operasi perusahaan.
      • Investasi Jangka Pendek, investasi yang digunakan untuk melakukan pemutaran uang kas yang belum digunakan oleh perusahaan untuk beroperasi.
      • Piutang Usaha, tagihan kepada pelanggan sebagai akibat dari transaksi jual beli yang dilakukan secara kredit.
      • Persediaan, barang yang diletakan di dalam gudang yang belum terjual atau belum dikirimkan kepada pelanggan.
    • Aktiva Tidak Lancar : Aktiva yang mempunyai umur kegunaan relatif permanen atau jangka panjang (mempunyai umur ekonomis lebih dari satu tahun atau tidak habis dalam satu kali perputaran operasi perusahaan). Contoh Aktiva Tidak Lancar adalah sebagai berikut
      • Investasi Jangka Panjang, yang merupakan pemanfaatan kas yang tidak digunakan atau kelebihan kas yang digunakan oleh perusahaan untuk melakukan investasi di luar usaha pokok dari perusahaannya. Investasi ini juga bisa dalam bentuk saham milik perusahaan lainnya.
      • Aktiva Tetap, yang merupakan aset perusahaan yang digunakan untuk beroperasi yang bersifat permanen (memiliki masa umur pakai).
      • Aktiva Tetap tidak berwujud, merupakan aset perusahaan yang secara fisik tidak dapat dilihat dan disentuh, namun merupakan suatu hal yang memiliki nilai dan digunakan oleh perusahaan untuk beroperasi. Contohnya adalah paten.
  • Kewajiban
    • Kewajiban Lancar : Merupakan kewajiban yang dimiliki oleh perusahaan dan harus dilunasi dalam waktu kurang dari satu tahun. Contoh Kewajiban Lancar adalah sebagai berikut
      • Pinjaman Jangka Pendek Bank
      • Utang Usaha
      • Utang Pajak
      • Bagian Utang Jangka Panjang yang Jatuh Tempo
    • Kewajiban Tidak Lancar : Kebalikan dari Kewajiban lancar, dimana merupakan kewajiban yang dilunasi oleh perusahaan lebih dari satu tahun. Contoh Kewajiban Tidak Lancar adalah sebagai berikut
      • Pinjaman Jangka Panjang
      • Hutang Obligasi
      • Hutang Sewa Guna Usaha
      • Obligasi Konversi
  • Hak Minoritas adalah pemegang saham minoritas di anak perusahaan yang terkonsolidasi laporan keuangannya, atau dapat diartikan pula sebagai sebagian kepemilikan saham atas anak perusahaan yang baik secara langsung maupun tidak langsung tidak dimiliki oleh perusahaan induk. Kita akan menemukan komponen ini apabila perusahaan induk memiliki kepemilikan di dalam perusahaan kurang dari 100% namun diatas 50% saham perusahaan. Untuk lebih detailnya bisa ke link ini
  • Ekuitas.

Pada bagian ini menjelaskan secara ringkas aktivitas perusahaan pada suatu periode tertentu yang berisi mengenai laporan laba dan rugi operasi perusahaan sebagai imbas dari kegiatan usaha dan aktivitas lainnya. Pemahaman dalam mebaca laba rugi untuk masing-masing sektor bisa saja berbeda namun secara umum, laporan laba rugi terdiri dari

  • Penjualan Bersih atau Pendapatan Usaha
  • Beban Pokok Penjualan
  • Laba (Rugi) Kotor
  • Beban Usaha
  • Laba (Rugi) Usaha
  • Penghasilan (Beban) Lain-lain
  • Bagian Laba (Rugi) Perusahaan Asosiasi.
  • Laba (Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan
  • Beban (Penghasilan) Pajak;
  • Laba (Rugi) dari Aktivitas Normal;
  • Pos Luar Biasa;
  • Laba (Rugi) Sebelum Hak Minoritas;
  • Hak Minoritas atas Laba (Rugi) Bersih Anak Perusahaan;
  • Laba (Rugi) Bersih;
  • Laba (Rugi) Per Saham Dasar;
  • Laba (Rugi) Per Saham Dilusi.

Komponen-komponen di dalam Laporan Laba (Rugi) tidak akan memberikan gambaran apapun bila kita hanya melihat angkanya saja. Melainkan kita juga harus memahami perusahaan yang kita pelajari laporan keuangannya.

Tidak jarang kita menemukan berita bahwa Perusahaan A mengalami kerugian sekian % jika dibandingkan dengan penjualan pada periode yang sama pada tahun sebelumnya. Dengan memahami laporan laba/rugi ini, kita bisa melihat apakah sumber kerugian disebabkan oleh kinerja internal atau eksternal. Kinerja internal bisa kita perhatikan dari jumlah penjualan yang berhasil ditransaksikan oleh perusahaan tersebut, sedangkan kinerja eksternal adalah dampak yang dihasilkan oleh faktor eksternal diluar kuasa perusahaan untuk mengendalikan komponen tersebut.

Atau bisa saja dipengaruhi oleh aktifitas diluar bisnis inti dari perusahaan. Saya ambil contoh perusahaan NIRO, dimana di dalam AD ART perusahaan, NIRO bergerak di sektor pengelolaan Mall dan penyewaan Hotel. Pada laporan 2016 NIRO, diberitakan bahwa NIRO mengalami penurunan kinerja. Jika kita tidak jeli, maka kita akan menelan mentah-mentah berita tersebut. Namun kalo jeli, kita akan melakukan validasi kepada aktifitas Pendapatan Usaha NIRO. Dan saya menemukan bahwa kinerja NIRO mengalami penurunan karena tidak ada transaksi penjualan kavling property di tahun 2016 namun mengalami peningkatan signifikan di pengelolaan mall dan hotel.

Kinerja NIRO Q1 2016 vs Q1 2015

Pada bagian laporan arus kas, kita dapat mempelajari alur penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan yang terjadi di dalam menjalankan bisnis perusahaannya. Laporan arus kas, selalu dilaporkan dalam periode waktu tertentu dan diklasifikasikan ke dalam beberapa bagian, yakni arus kas operasional, arus kas investasi dan arus kas pendanaan.

  • Arus Kas Operasional (Operasional Cash Flow – OCF) adalah arus kas yang muncul diakibatkan adanya aktifitas utama dari bisnis perusahaan, dimana pada umumnya kas ini muncul dari transaksi yang berkaitan dengan penerimaan dari pelanggan, pembayaran kepada pemasok, pendapatan dan biaya lain-lain. Dengan meliat arus kas ini, kita mengetauhi dan memahami bagaimana perusahaan mendapatkan profit dan merubahnya menjadi kas perusahaan.Nah bagaimana cara memahami OCF, kita bisa menggunakan gambar ini

    Cash Flow Positive

    Cash Flow Negative

    Jika pendapatan yang diperoleh perusahaan lebih besar dan pengeluaran yang dihasilkan dapat ditekan, maka OCF positif, dan ini kita artikan bahwa perusahaan sehat. Sedangkan bila pengeluaran yang dihasilkan lebih besar dibandingkan pendapatan perusahaan, maka kita artikan perusahaan sedang tidak sehat.

  • Arus Kas Investasi adalah (Investing Cash Flow – ICF)arus kas yang muncul akibat dari kegiatan investasi atau jual-beli aset yang dilakukan oleh perusahaan. Contoh kegiatan yang termasuk investasi adalah jual-beli property, pembelian saham perusahaan lain, deposito dan lain-lain.Jika ICF positif, artinya ada dana masuk ke dalam perusahaan, sedangkan ICF negatif artinya ada dana yang keluar dari perusahaan. Dana masuk jika kita lihat jangka pendek, mungkin akan melihat uang yang terus masuk ke dalam perusahaan. Namun kalo kita melihat keseluruhan bisnis, jika ICF terus-terusan positif berarti pemegang saham mayoritas terus-terusan menyuntikan dana demi kelangsungan usaha perusahaan.
  • Arus Kas Pendanaan (Financing Cash Flow – FCF) adalah arus kas yang muncul dari aktifitas pendanaan yang dilakukan oleh perusahaan sehubungan dengan transaksi pendanaan jangka panjang seperti penerbitan obligasi, pelepasan saham baru, pembelian saham kembali.

Untuk lebih detail mengenai arus kas, silahkan lanjutkan ke link berikut ini

Saat membaca laporan keuangan yang paling penting juga selain kita membedah halaman demi halaman adalah juga membaca catatan yang ada di laporan keuangan. Tujuannya agar kita bisa mendapatkan penjelasan detail mengenai komponen-komponen yang dicantumkan di dalam pembahasan LK.

Catata kas dan setara kas KBLI

Demikian catatan singkat mengenai cara membaca laporan keuangan perusahaan yang ada di bursa, cara ini merupakan bagian kecil untuk melihat kualitas perusahaan berdasarkan kinerja masa lalu, menghubungkan korelasi antara laporan aset, laporan laba-rugi dan arus kas akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai kualitas bisnis perusahaan. Untuk itu kita masih perlu mengkombinasikan dengan beberapa cara lain seperti membaca rasio keuangan perusahaan dan prospek perusahaan ke depannya, kita dapat menemukan saham yang sesuai dengan profil resiko investasi kita.

 

Salam Low Risk, Sure Gain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *